Tabanan

The regency is just west of Badung, stretching from the coastline of massive black rocks up to the central mountains. Tabanan is an unspoilt part of Bali which is also richly fertile, containing the best agriculture and a place to give peace and prosperity to their villagers.

Bali for The World

Some peaceful places you need to visit …

Badung

The Regency of Badung, which is located between 08 degrees south latitude and 115 degrees east longitude, is shaped like “keris”, a traditional sword in Bali. The Regency, which has only 418.52 square kilometers of land, is divided into six districts (kecamatan), 40 administrative villages (desa dinas and kelurahan), and as many as 117 traditional villages (desa adat). Read more » Bali for The World

Mengapa Bali Menuntut Otsus

Tinjauan dari Aspek Religi – Sosial – Budaya

Bahwa Bali itu istimewa, unik, khas, menarik, tidak terbantah karena masyarakat dunia telah mengakuinya bahkan sejak ratusan tahun lampau ketika Bali mula-mula terkuak oleh laporan Aernoudt Lintgens yang tak sengaja mengunjungi Bali pada tanggal 9-25 Pebruari 1597.

Ia menulis dalam laporannya kepada Pemerintah Belanda, pulau kecil ini sangat istimewa terutama oleh keramah-tamahan penduduknya yang hidup makmur, didukung alam yang indah dan subur, pemerintahan Raja yang bijaksana dan taat melaksanakan ritual agama Hindu sehari-hari. Read more » Mengapa Bali Menuntut Otsus

Memahami dan Meyakini Hindu

QUESTION:

Saya telah melakukan upacara pawiwahan. Kebetulan istri saya sebelumnya bukan beragama Hindu. Sebagai seorang kepala rumah tangga, saya berkewajiban membimbing istri saya untuk memahami dan meyakini agama Hindu.

Yang pertama yang bisa saya ajarkan kepada istri saya adalah tentang tata cara beribadah menurut agama Hindu. Saya sangat dibantu dengan artikel tentang Doa Sehari-hari menurut Hindu dari Ida Nabe. Read more » Memahami dan Meyakini Hindu

Hindu dan Bali - The Short Story

Dari sejarah perkembangan agama Hindu di Bali, nama agama yang dipeluk orang-orang Bali mulanya bernama Agama Tirta (Gama Tirta), kemudian setelah kedatangan Rsi Markandeya menjadi Agama Bali (upacara yang menggunakan upakara). Bali artinya = upakara.

Lalu berubah menjadi Agama Hindu-Bali (zaman Belanda) karena para ahli seperti Goris, Hooykas, dll melihat bahwa sebenarnya Agama Bali bersumber dari Weda, terbukti dari aplikasi Weda Parikrama, keempat Weda yang dinamakan ‘Sruti’ dan semua Upanisad yang dinamakan ‘Smerti’. Read more » Hindu dan Bali – The Short Story

Tokek dan Tabuhan

QUESTION:

Di rumah saya sejak minggu kemarin ada tokek dan selalu bersuara pada malam hari dan anehnya bunyi selalu tiga kali tak pernah kurang dan tak pernah lebih. Di depan kanopi ada Tabuan Kunyit di plafon dan ini sudah sebesar kepala.

Dan pada malamnya jam 12 selalu saya bermimpi ditarik-tarik untuk melaksanakan sembahyang malam, dan selalu saya lakukan kalau pas ada di rumah, setelah itu tak ada mimpi lagi. Read more » Tokek dan Tabuhan

Banten Untuk Tanah yang Di-Ruak

QUESTION:

Kepada Ida Bhagawan yang baik, Niki tyang mau tanya, menjelang purnama, apa saja yang harus tyang haturkan pada tanah yang sudah di-”ruak”? Apakah tyang perlu menghaturkan sesajen? Jika ya sajen apa yang perlu tyang bikinkan?

ANSWER:

Oleh karena di area itu belum ada bangunan suci, maka tidak perlu menghaturkan banten apapun. Read more » Banten Untuk Tanah yang Di-Ruak

Padewasaan

Perkataan DEWASA berasal dari bahasa Sanskerta: DIV artinya “Sinar” kemudian menjadi DEVA (arti yang ke-3: sama dengan Dewa, yaitu manifestasi Hyang Widhi) dan menjadi DIVASA (arti yang ke-4: langit, sorga, hari).

Perkataan Divasa, berkembang di Bali menjadi DEWASA atau PADEWASAAN, atau WARIGA DEWASA, yaitu pemilihan hari baik untuk menuju jalan yang mulia berdasarkan posisi dan peredaran benda-benda langit di angkasa: matahari, bulan, dan bintang. Read more » Padewasaan

Page 1 of 13012345102030...Last »