Strict Standards: Non-static method PageNavi_Core::init() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/wp-pagenavi/wp-pagenavi.php on line 54

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method WpWallRecentCommentsWidget::init() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/lazyest-gallery/lazyest-gallery.php on line 478

Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/bo559/public_html/wp-includes/rewrite.php on line 770

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/wp-pagenavi/wp-pagenavi.php:54) in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/wordpress-mobile-pack/plugins/wpmp_switcher/wpmp_switcher.php on line 506

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method GoogleSitemapGeneratorLoader::Enable() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: Non-static method WP_MatchesMapRegex::apply() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/bo559/public_html/wp-includes/class-wp.php on line 207
Pura dan Sanggah Pamrajan | Stiti Dharma Online
Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/bo559/public_html/wp-includes/general-template.php on line 1643

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method auto_thickbox::styles() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: Non-static method nggGallery::get_theme_css_file() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/nextgen-gallery/nggallery.php on line 357

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method PageNavi_Core::stylesheets() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method auto_thickbox::scripts() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method auto_thickbox::scripts() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::ob_start() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Pura dan Sanggah Pamrajan


Strict Standards: Non-static method nggGallery::get_option() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/nextgen-gallery/lib/shortcodes.php on line 47

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

1. PENDAHULUAN

Suatu ciri utama kehidupan dalam ber-Agama Hindu adalah percaya dan bakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa. Kekuasaan-Nya tidak terbatas sedangkan kemampuan manusia sangat terbatas.

Manusia dalam ketidaksempurnaannya selalu ingin mendekatkan diri kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa agar memperoleh perlindungan dan petunjuk dalam menempuh kehidupan. Mereka yang memahami pengertian ini menjadi manusia yang mulia karena senantiasa mengutamakan ke-Tuhanan dalam tatanan kehidupannya.

Dalam Bhagwadgita dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia berdasarkan yadnya dan sebagai sumber kehidupan manusia Tuhan menciptakan alam. Oleh karena itu selalu diupayakan menjaga keharmonisan antara: Tuhan – Manusia – Alam melalui yadnya.

Manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dengan jalan yadnya memerlukan sarana antara lain Pura dan Sanggah Pamrajan.

2. PENGERTIAN PURA DAN SANGGAH PAMRAJAN

Pura berasal dari Bahasa Sanskerta, yaitu “Phur”, artinya tempat suci, istana, kota. Lebih khusus berarti tempat persembahyangan untuk umum atau kelompok sosial tertentu yang lebih luas sifatnya dari Sanggah Pamerajan.

Sanggah berasal dari Bahasa Kawi: “Sanggar”, berarti tempat untuk melakukan kegiatan (pemujaan suci); dan Pamrajan berasal dari Bahasa Kawi: “Praja”, yang berarti keturunan atau keluarga. Dengan demikian Sanggah Pamrajan dapat diartikan sebagai tempat pemujaan dari suatu kelompok keturunan atau keluarga.

Dalam Lontar Siwagama disebutkan bahwa Palinggih utama yang ada di Sanggah Pamrajan adalah Kamulan sebagai tempat pemujaan arwah leluhur. Untuk menguatkan kedudukan Kamulan, dibangun Palinggih-Palinggih lain sebagai berikut:

  1. Taksu: palinggih Dewi Saraswati, sakti (kekuatan) Dewa Brahma dengan Bhiseka Hyang Taksu yang memberikan daya majik agar semua pekerjaan berhasil baik.
  2. Pangrurah: palinggih Bhatara Kala, putra Bhatara Siwa dengan Bhiseka Ratu Ngurah yang bertugas sebagai pecalang atau penjaga Sanggah Pamrajan.
  3. Sri Sdana atau Rambut Sdana: palinggih Dewi Sri dengan Bhiseka Sri Sdana atau Limascatu, yaitu sakti (kekuatan) dari Dewa Wisnu sebagai pemberi kemakmuran kepada manusia.
  4. Padma: palinggih Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud sebagai Siwa Raditya.
  5. Manjangan Salwang: palinggih Dewa Rsi Mpu Kuturan dengan Bhiseka Limaspahit, penyebar dan penyempurna Agama Hindu di Bali, abad ke-10 M
  6. Gedong Maprucut: palinggih Danghyang Nirarta dengan Bhiseka Limascari, penyebar dan penyempurna Agama Hindu di Bali, abad ke-15 M.
  7. Gedong Limas atau Meru tumpang satu, tiga, lima: palinggih Bhatara Kawitan, yaitu leluhur utama dari keluarga.
  8. Bebaturan: palinggih Bhatara Ananthaboga dengan Bhiseka Saptapetala, yaitu sakti Sanghyang Pertiwi, kekuatan Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam menguasai bumi.
  9. Bebaturan: palinggih Bhatara Baruna dengan Bhiseka Lebuh, yaitu sakti Bhatara Wisnu, kekuatan Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam menguasai lautan.
  10. Bebaturan: palinggih Bhatara Indra dengan Bhiseka Luhuring Akasa, yaitu sakti Bhatara Brahma, kekuatan Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam menguasai angkasa.
  11. Gedong Limas: palinggih Bhatara Raja Dewata dengan Bhiseka Dewa Hyang atau Hyang Kompiang, yaitu stana para leluhur di bawah Bethara Kawitan yang sudah suci.
  12. Pengapit Lawang (dua buah di kiri-kanan Pamedal Agung): palinggih Bhatara Kala dengan Bhiseka Jaga-Jaga, yaitu putra Bhatara Siwa yang bertugas sebagai pecalang.
  13. Balai Pengaruman: palinggih Bhatara-Bhatari semua ketika dihaturi Piodalan atau ayaban jangkep (harum-haruman). Sering juga disebut sebagai Balai Piasan (Pahyasan) karena ketika dilinggihkan di sini, Pralingga-pralingga sudah dihias.

Catatan:

  • Di beberapa Sanggah Pamrajan sering dijumpai beberapa Gedong Limas kecil-kecil yang merupakan palinggih tambahan. Menurut sejarah para leluhur terdahulu yang kebanyakan didirikan untuk menyatakan terima kasih dan bhakti, misalnya ketika sakit memohon penyembuhan dari Ida Bhatara di Pulaki; setelah sembuh lalu mendirikan pengayatan Beliau di Sanggah Pamrajan, demikian selanjutnya berkembang dengan berbagai kejadian, sampai akhirnya ada yang mencapai jumlah puluhan palinggih.
  • Palinggih pokok yang ada di Sanggah Pamrajan antara 9 buah atau 11 buah seperti yang disebutkan di atas. Jumlah, jenis, dan letak palinggih-palinggih di masing-masing Sanggah Pamrajan tidak pernah sama karena masing-masing menuruti sejarah leluhurnya.
  • Pengelompokan Sanggah Pamrajan berbeda-beda; ada yang memecah menjadi tiga kelompok, yaitu: Kawitan, Sanggah Pamrajan, dan Dewa Hyang dengan batas tembok panjengker, bahkan dengan hari Piodalan dan Pamangku yang berbeda-beda.

3. TATA CARA MEMASUKI PURA DAN SANGGAH PAMRAJAN

Pura dan Sanggah Pamrajan adalah tempat suci oleh karena itu maka sebelum masuk hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bersih lahir bathin; lahir: sudah mandi, pakaian bersih dengan tata cara pakaian yang wajar untuk bersembahyang; bathin: pikiran yang hening, tenang, tentram dan siap memusatkan pikiran untuk berbakti kepada Yang Maha Kuasa.
  2. Tidak dalam keadaan cuntaka, kecuali kematian dan perkawinan, boleh masuk ke Sanggah Pamrajan keluarga sendiri.
  3. Bayi yang belum diupacarai tiga bulanan tidak boleh masuk karena masih “leteh”.
  4. Wanita yang rambutnya diurai (“megambahan”) tidak boleh masuk karena rambut yang diurai menyiratkan: keasmaraan (birahi), marah, sedih, dan mempelajari ilmu hitam.
  5. Ibu yang sedang menyusui bayi boleh masuk dengan syarat tidak boleh menyusui bayi di dalam (jeroan) karena air susu Ibu yang menetes akan “ngeletehin” Pura dan Sanggah Pamrajan, di samping itu dipandang tidak sopan mengeluarkan buah dada.
  6. Mereka yang sedang sakit, baik sakit badan maupun sakit ingatan, atau yang terluka tidak boleh masuk karena dapat ngeletehin.
  7. Tidak dalam keadaan mabuk atau “fly”

Pintu/ Pemedal dibuat sempit, cukup untuk satu atau dua orang berbarengan, maksudnya agar masuk ke dalam Pura dan Sanggah Pamrajan secara tertib tidak terburu-buru. Setelah berada di dalam Pura dan Sanggah Pamrajan tata tertib yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketentraman bersembahyang.
  2. Tidak makan/ minum berlebih-lebihan
  3. Tidak membuang kotoran
  4. Tidak bertengkar/ berkelahi
  5. Tidak berbicara keras/ memaki, memfitnah atau membicarakan keburukan orang lain.
  6. Tidak bersedih, menangis/ meratap.

4. FUNGSI PURA DAN SANGGAH PAMRAJAN

Selain sebagai tempat suci untuk bersembahyang, fungsi Pura dan Sanggah Pamrajan berkembang menjadi beberapa fungsi ikutan, yaitu:

  1. Pemelihara persatuan; di saat Odalan, semua warga dan sanak keluarga berkumpul saling melepas rindu karena bertempat tinggal jauh dan jarang bertemu namun merasa dekat di hati karena masih dalam satu garis keturunan.
  2. Pemelihara dan pembina kebudayaan; di saat Odalan dipentaskan tari-tarian sakral, kidung-kidung pemujaan Dewa, tabuh gambelan, wayang, dll.
  3. Pendorong pengembangan pendidikan di bidang agama, adat, dan etika/susila; ketika mempersiapkan Upacara Odalan, ada kegiatan gotong royong membuat tetaring, menghias palinggih, majejahitan, mebat, dll.
  4. Pengembangan kemampuan berorganisasi; membentuk panitia pemugaran, panitia piodalan, dll.
  5. Pendorong kegiatan sosial; dengan mengumpulkan dana punia untuk tujuan sosial baik bagi membantu anggota keluarga sendiri, maupun orang lain.

5. ODALAN

Odalan berasal dari kata “Wedal” atau lahir; hari Odalan = hari wedal = hari lahir = hari di-stanakannya Ida Bethara di Pura dan Sanggah Pamrajan. Yang menjadi patokan adalah hari upacara Ngenteg Linggih yang pertama kali.

Istilah lain yang digunakan untuk hari Odalan adalah hari: Petirtaan (karena di saat itu kepada Ida Bethara disiratkan tirta pebersihan dan dimohonkan tirta wangsuhpada), Petoyaan (sama dengan Petirtaan), Pujawali (karena di saat itu diadakan pemujaan “wali” = kembali di hari kelahiran = wedal).

Hari-hari menurut pawukon yang digunakan sebagai hari odalan (enam bulan sekali) adalah:

  1. Buda Kliwon: Sinta, Gumbreg, Dungulan, Pahang, Matal, Ugu
  2. Tumpek: Landep, Wariga, Kuningan, Krulut, Uye, Wayang.
  3. Buda Wage: Ukir, Warigadean, Langkir, Merakih, Menail, Klawu
  4. Anggarakasih: Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, Prangbakat, Dukut.
  5. Saniscara Umanis: Tolu, Sungsang, Pujut, Medangkungan, Bala, Watugunung.

Susunan upacara Ngaturang Piodalan adalah sbb.:

  1. Mapiuning di Sanggah Pamrajan bahwa akan ngaturang Piodalan
  2. Macaru, bersamaan dengan Newasain/ Nanceb tetaring
  3. Nuwur tirta ke Pura-Pura lain menurut tradisi
  4. Nedunang pratima-pratima Ida Bethara
  5. Mamendak Ida Bethara
  6. Makalahias
  7. Ngewangsuh dan masucian
  8. Ngadegang Ida Bethara
  9. Ngaturang Piodalan, pemuspaan
  10. Nyineb Ida Bethara
  11. Masidakarya
  12. Makebat don

6. MLASPAS

Mlaspas asal kata dari “paspas” artinya membersihkan atau membuang yang tidak perlu; di sini dimaksudkan bahwa bahan-bahan yang digunakan sebagai palinggih: batu, pasir, semen, besi, kayu sudah ditingkatkan statusnya, tidak lagi bernama demikian, tetapi sudah menjadi satu kesatuan dengan nama palinggih.

Sebelum upacara mlaspas, untuk bangunan baru, diadakan upacara:

  1. Memangguh: asal kata: “pangguh” = menemukan tanah baru yang sesuai.
  2. Memirak: asal kata: “pirak” = nebus-menebus di niskala kepada Sedahan Karang/ Carik pemilik tanah pekarangan semula.
  3. Nyikut karang: mengukur panjang/ lebar karang yang akan digunakan sebagai lokasi pelinggih dengan berpedoman pada asta bumi dan asta kosala-kosali.
  4. Macaru asal kata dari “car” = harmonis, yaitu menciptakan keharmonisan antara Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit sesuai dengan konsep Tri-Hita-Karana (tiga penyebab kesempurnaan)
  5. Ngararuwak asal kata “wak” = membuka, yaitu membongkar tanah untuk pondasi
  6. Mendem dasar dengan batu tiga warna (merah merajah “Ang”=Brahma, hitam merajah “Ung”= Wisnu, putih merajah “Mang”=Siwa)
  7. Mamakuh asal kata “bakuh” = kuat; mengokohkan pondamen, bangunan lanjutan, sendi-sendi, paku-paku, atap dll.
  8. Ngurip asal kata “urip” = hidup; menghidupkan bangunan dengan mohon restu Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai Brahma (tetoreh warna merah – di atas), Siwa (tetoreh warna putih – di tengah), dan Wisnu (tetoreh warna hitam – di bawah).
  9. Mendem pedagingan; asal kata “daging” = isi = jiwa bagi palinggih, yaitu Pancadatu, bersamaan dengan memasang Orti, asal kata orta = berita, mengandung simbol agar karya di Sanggah Pamrajan menjadi berita seketurunan, dan memasang Palakerti, asal kata Pala = pahala, Kerti = perbuatan, mengandung simbol buah perbuatan yang patut menjadi contoh bagi keturunan berikutnya. Selanjutnya memasang Bagia, asal kata bagia = landuh = makmur, mengandung simbol mohon kemakmuran kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Pada waktu mendem pedagingan semua keluarga agar menyiapkan takir berisi: kalpika, bija, jinah sesari dengan maksud agar dikaruniai umur panjang (kalpika), kemakmuran (bija) dan hasil kerja yang baik (sesari).
  10. Memasang ulap-ulap; asal kata ulap = panggil. Simbol ulap-ulap maksudnya memohon kehadiran Ida Bethara agar berstana di palinggih yang sudah disiapkan.

Setelah itu barulah dilaksanakan upacara melaspas, dan seterusnya Ngenteg Linggih.

7. TATA CARA DAN UPACARA MEMUGAR PURA DAN SANGGAH PAMERAJAN

1. Tahap Pertama (membongkar bangunan lama dan meletakkan batu pertama):

  1. Mareresik
  2. Mapiuning
  3. Macaru Pancasata
  4. Ngadegang Ida Bethara di Daksina linggih
  5. Maguru Piduka
  6. Mlaspas dan masupati batu papendeman
  7. Masupati trisarana (takir berisi: kalpika, beras, jinah)
  8. Ngingsirang Daksina linggih ketempat darurat (asagan)
  9. Mralina palinggih-palinggih lama yang akan dibongkar
  10. Ngereruak pondamen palinggih-palinggih lama
  11. Mendem batu papendeman, takir caru, dan takir trisarana
  12. Persembahyangan
  13. Dharma Wacana tentang: 1] Pura dan Sanggah Pamerajan. 2] Baberatan preti sentana.

2. Tahap Kedua (mlaspas):

  1. Mareresik
  2. Mapiuning
  3. Macaru Resi Gana
  4. Mlaspas dan masupati pedagingan, bagia/ orti/ palakerti, ulap-ulap
  5. Memakuh palinggih-palinggih
  6. Maurip-urip palinggih-palinggih
  7. Mlaspas palinggih-palinggih
  8. Mendem pedagingan dan memasang bagia/ orti/ palakerti/ ulap-ulap
  9. Ngambe-ulap
  10. Nuntun Ida Bethara ke Palinggih-palinggih baru.
  11. Ngaturang ayaban, pemuspaan, Dharma wacana

Demikianlah sekelumit tentang Pura dan Sanggah Pamerajan.

30 comments to Pura dan Sanggah Pamrajan

  • 11
    Putu Gede Nata says:

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    Om Swasti Astu, Ratu Begawan,
    titiang nunas baos kedik..
    Pitaken tityang dados ke nike melaspas sangaah tur ngentegin tegak odalan ring rahina buncal Balung ?

    asapunike pitaken tityang dumugi Ide begawan sueca nyawis pitaken tityang

    Matur Suksma

    Om Shanti, Shanti , Shanti Om

    • 11.1

      Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

      Om Swastyastu,

      Cingakin dumun ring kalender, yening sampun manut ring dewasa : Wuku, lan Sasih, dados manten, minekadi
      1. Wuku : Dungulan, Kuningan, Medangsia, Pujut, Pahang
      2. Sasih : Purnama ke…………(3,5,8,10 ?)

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 12

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    Suastiatu, Ratu Begawan…..tiang metaken…., tiang warga rantauan….tiang mekarya merajan alit..inggihan punika, kembulan,padmasana, hyangkompyang, taksu lan penyawangan betara kawitan. sane takenang tiang penyawangan betara kawitan, dados nganggen pelinggi lianan tekening meru??? suksma Ratu…yening iwang atur tiatiang…., titiang banget nunas petunjuk ratu…

    • 12.1

      Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

      Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

      Om Swastyastu,

      Pengayengan Ida Bhatara Kawitan dados nganggen : gedong,bebaturan, utawi sekepat sari. Yening nganggen meru boya malih pengayengan, kwanten sampun mewasta pelinggih jati, kaupacarain ageng antuk mapedudusan lan memendak nuntaun.

      Om Santih, santih, santih, Om

  • 13

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    Suastyastu, Ratu Begawan…..tiang jagi ngaryanang tesis blog ini jagi angge referensi suksma Ratu…yening iwang titiyang nunang gengrene sinampura…

  • 14
    putu arta says:

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    om swasty astu tiang saking tegallalang gianyar majeng ring ratu begawan
    Tiang jagi metaken antuk pelinggih ibu ring sangah titiang
    napi makna dari pelingih ibu punike.nyantos mangkin tiang kari binggung antuk pelinggih ibu punike.duanin rauh sking mendak nuntun linggihan nike ring pelingih ibu

  • 15
    Iketut Nesa says:

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    OM SWASTIASTU

    Titiang saking karangasem ,ampure santukan tiang sampun sue pisan merantau ,ring raina kuningan titiang jagi mecaru alit ring sanggah ( abrumbunan), tiang jagi ngaryanin pedidi sakewale antuk tambet tiange during keni antuk sarana pecaruan alit abrumbunan napi nike sarana pecaruane punuka?raris nikayang

    Suksema
    om santhi santhi santhi om
    Nesa

  • 16
    made says:

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    om swastiastu . tiang metaken indik makna sesari , tujuan sesari , filsafat sesari , mitos lan lontar- lontar napi sane menyebutkan sesari punika….

  • 17

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    Om Swastyastu,
    Sesari :
    1. Makna : persembahan, dana-punia, kepada Sulinggih/Pemangku, jadi termasuk Rsi Yadnya.
    2. Tujuan sesari : a. cetusan terima kasih atas bantuannya muput karya. b. kelengkapan upakara berupa yanya dalambentuk uang tunai.
    3. Filsafat : lihat di sarasamuscaya, bahwa seseorang yang memohon kepada Sanghyang Widhi hendaknya tidak melupakan medana-punia terl;ebih dahulu.
    4. Lontar-lontar : Kusumadewa, Sangkulputih, Ataki-taki Diksa, Sarasamuscaya, dll

    Om Santih, santih, santih, Om

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Warning: Illegal string offset 'solo_subscribe' in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/subscribe-to-comments/subscribe-to-comments.php on line 304

Subscribe without commenting