Strict Standards: Non-static method PageNavi_Core::init() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/wp-pagenavi/wp-pagenavi.php on line 54

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method WpWallRecentCommentsWidget::init() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/lazyest-gallery/lazyest-gallery.php on line 478

Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/bo559/public_html/wp-includes/rewrite.php on line 770

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/wp-pagenavi/wp-pagenavi.php:54) in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/wordpress-mobile-pack/plugins/wpmp_switcher/wpmp_switcher.php on line 506

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method GoogleSitemapGeneratorLoader::Enable() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: Non-static method WP_MatchesMapRegex::apply() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/bo559/public_html/wp-includes/class-wp.php on line 207
Upacara Pawintenan | Stiti Dharma Online
Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/bo559/public_html/wp-includes/general-template.php on line 1643

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method auto_thickbox::styles() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: Non-static method nggGallery::get_theme_css_file() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/nextgen-gallery/nggallery.php on line 357

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method PageNavi_Core::stylesheets() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method auto_thickbox::scripts() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method auto_thickbox::scripts() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::ob_start() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 395

Upacara Pawintenan


Strict Standards: Non-static method nggGallery::get_option() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/nextgen-gallery/lib/shortcodes.php on line 47

Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

Pengertian

Upacara pawintenan adalah upacara mensucikan seseorang oleh Nabe yaitu Sulinggih Dwijati yang sudah berwenang melakukan pawintenan. Berwenang melakukan pawintenan, berdasarkan panugrahan (ijin) dari Nabe Sulinggih itu, atas pertimbangan kemampuan spiritual yang tinggi (jnyana), lamanya mediksa, dan pertimbangan-pertimbangan lain-lain.

Kata mawinten berasal dari dua kata dalam bahasa kawi yakni: mawa, dan inten. Mawa artinya: menjadi, dan inten artinya suci, bercahaya, dan sakral. Dari pengertian ini terkandung makna bahwa seseorang yang sudah mewinten diharapkan menjadi suci, berkharisma, dan sakral sehingga patut mendapat kedudukan sosial di masyarakat sebagai seorang ekajati. Ekajati artinya kelahiran yang pertama; bila dikemudian hari mediksa, ia akan menjadi seorang dwijati atau kelahiran yang kedua.

Siapakah yang boleh mawinten ?

Semua orang terutama yang sudah memasuki masa wanaprastin asrama. Wanaprastin asrama adalah masa seseorang sudah melewati gryahasta asrama yaitu masa berkeluarga, atau sudah mempunyai istri, dan anak-anak. Ketika anak-anaknya sudah mandiri, disitulah saatnya ia memasuki masa wanaprastin. Biasanya sudah berusia 50 tahun keatas.

Siapakah yang wajib mawinten ?

  1. Yang belajar Weda, membuat banten, mekidung, wajib mawinten dengan tataban banten Saraswati.
  2. Yang menjadi pemangku di Sanggah Pamerajan, pregina tarian sakral, undagi, pengayah Sulinggih, wajib mawinten dengan tataban banten Bebangkit.
  3. Yang menjadi pemangku di Pura atau Kahyangan Tiga, Jero Gede, Jero Bhawati, Jero Dalang, wajib mawinten dengan tataban banten Catur.

Makna banten tataban pawintenan

Banten tataban pawintenan bermakna sebagai penuwur Ida Bhatara yang dimohonkan sebagai pemberi kewenangan dan pesaksi atas upacara pawintenan. Bila menggunakan banten Saraswati, kita memohon kehadiran Bhatari Saraswati sebagai shakti Brahma. Bila menggunakan banten Bebangkit kita memohon kehadiran Bhatari Durga sebagai Dewi Uma, shakti Bhatara Siwa. Bila menggunakan banten Catur kita memohon kehadiran Bhatara Catur Dewata yakni: Ishwara, Brahma, Mahadewa, dan Wisnu. Makin tinggi tingkat tataban pawintenannya, maka makin beratlah kewajibannya melaksanakan yama dan niyama brata. Mengenai pengertian yama-niyama brata, harap baca tulisan saya tentang Satyam, Siwam, Sundaram.

Urutan upacara pawintenan

  1. Sudah melakukan upacara manusa yadnya lengkap bagi pasangan yang mawinten
  2. Nyumbah kedua orang tua yang masih hidup. Ini dilakukan karena bila nanti sudah mawinten dia tidak boleh nyumbah layon (bila ortunya meninggal dunia)
  3. Mapiuning dan nunas panugrahan di Sanggah Pamerajan dan di Pura-Pura yang dipandang perlu
  4. Mejauman ke Nabe yang akan melaksanakan upacara pawintenan
  5. Urutan Upacara pawintenan
    1. Mabeakala, tujuannya: mensucikan stula dan atma sarira tahap pertama.
    2. Mapetik (mepotong rambut), tujuannya:  mensucikan stula sarira, dan memberi tanda adanya peningkatan status sebagai manusia yakni dari seorang walaka menjadi seorang ekajati.
    3. Merajah, tujuannya: menstanakan aksara-aksara suci (modre) di anggauta tubuh tertentu, sebagai persiapan nuwur Ida Bhatara pesaksi.
    4. Matemayut, tujuannya: mengikat panca mahabhuta dan panca tan matra yang ada di tubuh ybs. dengan norma-norma agama: trikaya parisuda, yama-niyama brata, waspada pada musuh-musuh: sad-ripu, sapta-timira, dasa-mala, dll.
    5. Masalempang, tujuannya:  meresapkan makna kesucian skala dan niskala.
    6. Me-sangga-urip, tujuannya: menyiapkan kedudukan Ida Bhatara pesaksi di Siwa-Dwara
    7. Mapadamel dengan sad rasa, tujuannya: menyiapkan sang mawinten agar mampu menjalani kehidupan yang baik/tentram, yakni: tahan menderita (rasa pahit), tahan pada kesusahan (rasa asam), tidak mudah marah (rasa pedis), disiplin (rasa sepet), suka belajar (rasa asin), dan tidak sombong bila berhasil (rasa manis)
    8. Mejaya-jaya, tujuannya: memohon kesucian Sapta-Gangga, yakni cipratan tirta siwamba, sebagai symbol kesucian tujuh sungai suci di India: Gangga, Sindu, Saraswaty, Yamuna, Godawari, Narmada, dan Sarayu
    9. Metapak, tujuannya: menstanakan Bhatara di Siwa Dwara sang mawinten, dan sebagai tanda (tapak) maka Nabe meletakkan padma angelayang di ubun-ubun (siwa dwara) sang mawinten.
    10. Makarowista, tujuannya: mengukuhkan pe-tapakan dengan symbol Ongkara
    11. Makalpika, tujuannya: memohonkan umur panjang bagi sang mawinten
    12. Mabija, tujuannya: memohon panugrahan Bhatara Wisnu agar sang mawinten hidup makmur dan sejahtera.
    13. m. Masamadi, tujuannya: natab banten pawintenan, dan mohon wara nugraha Bhatara.

Berpuasa

Selama tiga hari setelah upacara pawintenan, ybs. wajib berpuasa “mutih” yakni dengan hanya memakan nasi putih dengan air dari bungkak nyuh gading.

Masida Karya dan Matirta yatra

Sore dihari ketiga, sang mawinten natab banten sida karya sebagai tanda berakhirnya prosesi upacara mawinten. Setelah masida karya, esoknya dilanjutkan dengan matirta yatra ke Pura-Pura atau tempat suci menurut keyakinan dan tradisi masing-masing warga.

1 comment to Upacara Pawintenan

  • 1
    De'Oka says:

    Strict Standards: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, non-static method anchor_utils::filter() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-includes/plugin.php on line 166

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 124

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::escape_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 248

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::filter_callback() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 132

    Strict Standards: Non-static method anchor_utils::unescape() should not be called statically in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/auto-thickbox/anchor-utils/anchor-utils.php on line 134

    Om Suastiastu.

    Salah satu point:
    Yang wajib mewinten adalah yang belajar weda, membuat banten, dan mekidung

    1. Apakah membaca baca buku agama di gramedia, tulisan2 di stiti dharma,membaca sarasamuscaya, weda dll (sekarang sudah dijual di gramedia)masuk dalam kriteria belajar weda? jadi harus wajib mawinten dengan tataban banten saraswati.

    2. Istri saya hampir setiap hari bikin banten canang dan banten lainnya kalau ada piodalan di pura2. apakah juga harus mawinten?

    3. ibu saya kalau lagi ngayah di pura sering ditugaskan mekidung warga sari bersama2 dengan kelompok PKK. apakah ini masuk kriteria harus mawinten?

    Matur suksma Ratu Bhagawan.
    Om Santih Santih Santih Om

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Warning: Illegal string offset 'solo_subscribe' in /home/bo559/public_html/wp-content/plugins/subscribe-to-comments/subscribe-to-comments.php on line 304

Subscribe without commenting